Curah Hujan Minim, Titik Panas Bermunculan di Kotim

BORNEONEWS, Sampit – Dalam beberapa hari ini curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur terbilang minim. Akibatnya, titik panas diduga kebakaran lahan mulai bermunculan.

“Tidak ada pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotawaringin Timur,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Selasa, 24 Mei 2022.

Pertumbuhan awan tersebut diketahui dari pantauan satelit Himawari Infra Red Enhanced pukul 07.00 WIB.

Sementara pada Senin, 23 Mei 2022, terdeteksi sejumlah titik panas di Kotawaringin Timur. Titik panas terdeteksi sebanyak 4 titik, sehari sebelumnya titik panas terdapat 2 titik.

“Selain Kotim, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Seruyan sebanyak 1 titik panas. Dan, Kabupaten Katingan sebanyak 2 titik panas,” jelasnya. 

Titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur, terdeteksi di Kecamatan Tualan Hulu sebanyak 3 titik panas dan 1 titik panas terdapat di Kecamatan Antang Kalang. 

Sementara titik panas di Kabupaten Seruyan, terdapat di Kecamatan Seruyan Tengah. Lalu, Kabupaten Katingan titik panas terdapat di Katingan Tengah. 

“Secara keselurahan Kotawaringin Timur masuk dalam potensi mudah terbakar berdasarkan analisa parameter cuaca di Kalimantan Tengah,” tandasnya. (Sumber dari USAY NOR RAHMAD/B-7, https://www.borneonews.co.id/berita/264701-curah-hujan-minim-titik-panas-bermunculan-di-kotim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *