Berita Umum

Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

  • Selasa, 25 Agustus 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  

Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

  • Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Ini Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Dari BMKG

  • Sabtu, 11 Januari 2020

SAMPIT – Selama satu pekan ke depan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di prediksi akan mengalami cuaca ekstrim. Hal ini di sampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandar Udara H Asan Sampit, Nur Setiawan

“Satu minggu ini Kotim akan diguyur hujan yang lebat disertai angin yang kencang. Durasi hujan juga akan cukup lama. Ini masuk kategori cuaca ekstrim,” kata Nur Setiawan saat ditemui diruangan kerjanya, Sabtu, 11 Januari 2020.

Nur Setiawan melanjutkan, adanya hujan lebat dengan intensitas tinggi ini tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan bencana banjir di beberapa wilayah Kotim, khususnya di daerah yang tiap tahun menjadi langganan.

Sebab itu, Nur Setiawan mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada terhadap bencana alam tersebut. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai tidak dapat menampung besarnya debit air sehingga meluap ke areal pemukiman warga.

“Kemungkinan bisa terjadi banjir. Angin kencang juga berbahaya. Akan ada pohon-pohon yang tumbang. Apalagi di pinggir Jalan Kota Sampit banyak pohon besar. Saya minta warga jangan berteduh di bawah pohon atau pun dibawah bangunan yang sudah tua, jika roboh maka akan tertimpa. Semoga semua ini tidak terjadi,” tutur Kepala BMKG Stasiun Bandara H Asan Sampit.

(shb/matakalteng.com)

BPBD Kotim Ingatkan Masyarakat Waspadai Angin Kencang Dan Banjir

  • Senin, 13 Januari 2020

 

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat mewaspadai angin kencang dan banjir yang rawan terjadi saat musim hujan ini.

"Potensi bencana yang rawan saat ini adalah angin kencang dan banjir. Makanya kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadainya," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur Agus Mulyadi di Sampit, Senin.

Harapan itu disampaikan Agus saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kegiatan ini dihadiri perwakilan satuan organisasi perangkat daerah, lurah, kepala desa dan tokoh masyarakat.

Agus menjelaskan, potensi angin puting beliung saat terjadi hujan deras, harus diwaspadai. Beberapa pekan terakhir, angin kencang membuat beberapa pohon besar di Sampit tumbang ke badan jalan.

Saat hujan deras disertai angin kencang terjadi pada 27 Desember 2019 lalu, dua pohon besar di Kota Sampit, tumbang akibat dihantam angin kencang, yakni di Jalan S Parman dan HM Arsyad.

Pohon tumbang ke badan jalan sempat mengganggu arus lalu lintas. Petugas gabungan pun dengan cepat menangani dengan memotong-motong batang dan dahan pohon, kemudian membersihkan dari jalan sehingga lalu lintas kembali lancar.

Jumat (10/1) sore, sebuah pohon di Jalan Pelita juga tumbang ke badan jalan saat Sampit dilanda hujan deras dan angin kencang. Selain kencangnya angin, kondisi tanah yang menjadi labil akibat diguyur hujan deras, diduga juga menjadi pemicu.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejak Desember sampai Juni masuk musim penghujan. Puncak hujan diperkirakan terjadi Februari dan Maret sehingga harus diwaspadai karena rawan banjir.

BPBD Kotawaringin Timur bahkan sudah menyatakan status waspada banjir sejak 18 Desember 2019. Kepala desa dan lurah diminta melaporkan kejadian di wilayahnya setiap saat.

Pemerintah desa bisa menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana. Kewaspadaan dini sangat diperlukan agar bisa bergerak cepat membantu warga yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana.

Agus mengatakan, secara umum kondisi Kotawaringin Timur masih aman dan hingga kini belum ada laporan terjadi banjir. Memang sempat ada laporan dari Kecamatan Parenggean terkait ancaman banjir di salah satu desa setempat, namun rendaman yang terjadi tersebut surut hanya dalam hitungan jam.

Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan bencana. Untuk itu masyarakat juga harus selalu waspada agar jika terjadi bencana maka dampak buruknya bisa dicegah dan ditanggulangi dengan cepat.

"Tahun 2020 ini kemarau diperkirakan terjadi pada awal Juli sampai November. Makanya mulai sekarang siap-siap menghadapi ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan. Peralatan dan kemampuan personel harus diperhatikan," demikian Agus.


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perda Penanggulangan Bencana Kotim Untuk Mempermudah Upaya Di Lapangan

  • Senin, 20 Januari 2020

Sampit (ANTARA) - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mendukung penuh pembuatan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana untuk mempermudah upaya di lapangan.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa 99 pasal dalam rancangan peraturan daerah ini dibuat karena memang belum ada diatur secara rinci di aturan yang lebih tinggi. Selain itu, ini juga spesifik untuk muatan lokal atau terkait kondisi daerah kita ini," kata anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu di Sampit, Senin.

Rapat gabungan legislatif dan eksekutif kembali digelar untuk melanjutkan pembahasan rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kotawaringin Timur. Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Kotawaringin Timur Handoyo J Wibowo.

Dalam rapat kali ini, fokus pembahasan adalah pasal-pasal yang dinilai khusus sesuai kondisi Kotawaringin Timur. Pasal-pasal tersebut diusulkan berdasarkan evaluasi kendala yang dihadapi dalam penanggulangan bencana selama ini dengan harapan bisa menjadi solusi.

Berbagai masukan disampaikan sejumlah anggota Bapemperda untuk mengoreksi kekurangan maupun menyempurnakan rancangan peraturan daerah tersebut. Masukan dari peserta rapat dibahas bersama sebelum dimasukkan dalam rancangan peraturan daerah.

"Intinya kita berharap nantinya peraturan daerah ini akan menjawab hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi. Semoga nantinya pencegahan dan penanggulangan bencana lebih optimal karena sudah ada peraturan daerah ini sebagai dasar hukumnya," kata Handoyo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur Muhammad Yusuf mengatakan, selama ini banyak aturan lebih tinggi terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana, khususnya Peraturan Kepala BNPB, namun ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi di daerah.

Untuk itulah peraturan daerah ini diusulkan untuk mengatur hal-hal teknis sesuai kondisi dan kebutuhan di Kotawaringin Timur. Peraturan daerah tersebut nantinya mengatur banyak hal seperti terkait proses anggaran, penetapan status bencana dan aturan teknis yang dibutuhkan.

"Juga terkait dasar hukum dana siap pakai karena selama ini prosesnya panjang sehingga bencana sudah selesai, baru bantuan keluar. Kita sederhanakan dan spesifik sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Yusuf.

Yusuf mengatakan, rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana tersebut sudah melalui uji publik. Peraturan daerah ini sangat penting untuk menyesuaikan dengan karakteristik atau muatan lokal daerah, khususnya dalam pelibatan masyarakat.

Penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama, sehingga semua pihak diharapkan terlibat, sedangkan BPBD hanya sebagai koordinator dan pelaksana. Penguatan peran masyarakat terus dilakukan, terutama di wilayah rawan bencana.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Pemkab Kotim Beli Mobil Tangki Air Antisipasi Karhutla Dan Kekeringan

  • Kamis, 16 Januari 2020

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah akan membeli mobil tangki air untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan kekeringan yang biasanya terjadi setiap musim kemarau.

"Untuk tahap pertama yang segera dilelang ini sebanyak enam armada mobil tangki yang akan dibeli. Kebutuhan kita ini antara 10 sampai 15 armada mobil tangki," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Kamis.

Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur mengatakan, bencana kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan krisis air bersih hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.

Saat kebakaran terjadi sporadis di banyak tempat, pemerintah daerah cukup kewalahan memadamkan api karena terbatasnya armada dan personel. Mobil tangki sangat dibutuhkan untuk memasok air kepada petugas pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api karena sumber air di sekitar lokasi sudah kering.

Mobil tangki air juga dibutuhkan untuk memasok air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih  seperti yang terjadi akhir 2019 lalu, pemerintah memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki sejumlah instansi.

Masyarakat mengandalkan pasokan air bersih dari Sampit yang dipasok menggunakan mobil tangki karena sumur dan danau sumber air bersih sudah kering, sementara air sungai keruh dan payau akibat intrusi air laut.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat kemarau, pemerintah daerah membeli mobil tangki air. Selain untuk menangani kebakaran hutan lahan, pengadaan mobil tangki tersebut juga untuk menanggulangi krisis air bersih.

"Supaya kita tidak repot lagi mencari mobil tangki untuk memasok air. Ini juga supaya penanggulangan kebakaran dan krisis air bersih bisa lebih cepat dan maksimal," harap Halikinnor.

Saat kemarau tahun lalu, keberadaan mobil tangki milik sejumlah pihak seperti PDAM, PMI, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan instansi lainnya sangat membantu dalam memasok air untuk memadamkan kebakaran lahan. 

Di sisi lain, mobil-mobil tersebut juga digunakan untuk memasok air ke lokasi kekeringan atau krisis air bersih. Pasokan air bisa diatur berkelanjutan sehingga pemadaman api maupun distribusi air bersih berjalan dengan baik.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsAppShare to LINEShare to PinterestShare to GmailShare to EmailShare to More23