Berita Kegiatan

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

  • Selasa, 25 Agustus 2020


Sampit (25/08/2020).
       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   

ACARA TUTUP KEGIATAN POSKO KARHUTLA DENGAN SYUKURAN DAN DANGDUTAN

  • Jumat, 01 November 2019
(Sampit/01/11/2019). Empat bulan sejak 3 Juli s.d. 30 Oktober 2019 lengkap sudah 120 hari kegiatan Posko gabungan penanggulangan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, 97 orang yang berasal dari 23 lembaga / instansi / organisasi yang tergabung dalam satu posko kebersamaan memadamkan api diseluruh kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur terutama kecamatan kota Sampit dan sekitarnya. Perjalanan yang cukup melelahkan, menguras tenaga, pikiran dan seluruh kemampuan demi Kotim bebas asap. Rasa penat dan letih berakhir sudah, dengan adanya hujan dalam seminggu terakhir, sehingga patut untuk dirayakan sebagai tanda syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah yang berkenan menurunkan rahmadnya berupa hujan untuk mematikan api yang seolah-olah tak kan pernah kunjung padam, 76 lokasi yang luas dan menjalar, lahan gambut yang dalam, air kering, tidak ada jalan akses ke lokasi merupakan tantangan bagi para petugas lapangan dengan semboyan yang dikumandangkan Korlap Kapten Inf Joko Susilo yaitu “Pantang pulang sebelum Tujah” atau oleh AKP Edy Wiyoko “Pantang Pulang sebelum BBM Habis”, sedangkan Korlap dari Damkar Kotim Sunardi, SH atau Kepala DPKP (Rihel, S.Sos) yang tugas utama pemadaman pemukiman tidak berani menggunakan moto mereka karena bunyinya “Pantang pulang sebelum padam” karena konsekwensinya bakalan tidak pulang-pulang kerumah atau bermalam dihutan, sedangkan padamanya api ada yang sampai 2 bulan baru selesai dipadamlan. Korlap dari BPBD Yephi Hartady, ST selalu menjadi penghibur bagi keluh kesah tim lapangan sehingga tiada hari tanpa didampingi dan selalu khawatir akan keselamatan, kesehatan petugas yang berjibaku di lapangan dan selalu mengingatkan untuk mendahulukan keselamatan sebelum memberangkatkan ke lokasi dan bahkan turut serta terjun ke lapangan hingga beberapa kali mengalami kecelakaan bahkan sampai operasi dan dirawat di rumah sakit. Korlap BPBD merasa lega setelah memastikan tercukupinya makanan, fasilitas oksigen, petugas kesehatan, BBM, fasilitas transportasi, personil maupun peralatan pemadaman. Kegiatan Posko Karhutla berlangsung dengan penuh semangat yang dipompakan Kalaksa BPBD Kabupaten Kotim yaitu Ir M. Yusuf, MT selaku Wadansatgas berkoordinasi dengan Dandim 1015 (Dansatgas Karhutla Letkol Czi Ahmad Safari, SH) setiap hari mengkoordinir dan memotivasi seluruh pasukan darat dan Satgas udara, beliau penanggung jawab berjalannya seluruh kegiatan Posko di lapangan, selalu memantau dan hadir menyemangati dan memenuhi seluruh kebutuhan baik konsumsi, akomodasi dan perlengkapan serta fasilitas pendukung tim agar tidak ada keluhan dan pokus pada upaya pemadaman sampai tuntas. Pada malam penutupan yang begitu meriah seluruh anggota Tim hadir dan juga undangan dari utusan Posko kecamatan terdekat, sehingga ruang aula Posko tempat berkumpulnya malam syukuran membludak hingga keluar gedung. Dalam sambutannya Kalaksa BPBD Kabupaten Kotim menyampaikan bahwa kegiatan Penanggulangan Karhutla merupakan perbuatan yang mulia demi menyelamatkan masyarakat dari dampak asap maupun dampak kebakaran secara langsung seperti gangguan kesehatan, transportasi, perekonomian, pendidikan dan ekosistem, sehingga masyarakat tidak menderita kerugian baik harta benda dan penghidupan dan aktivitas kehidupan dapat pulih seperti semula, berkat partisipasi semua petugas Posko Karhutla, kerja dan pengabdian yang diberikan tidaklah sia-sia dan akan mendapat balasan pahla dari Allah SWT. Selanjutnya Kalaksa menyampaikan bahwa Kejadian Karhutla di Kotim selama masa kejadian Karhutla sudah mencapai lebih dari 2.052,66 hektar, dan yang ditangani seluas + 197 hektar dengan 247 kejadian se Kotim. Sesudah posko ini berakhir petugas kembali ke instansi masing-masing dan BPBD selaku penanggungjawab penanggulangan bencana mengucapkan terimakasih atas segala dukungan dan partisipasinya, dan agar tetap waspada wakaupun musim penghujan, jika ada kejadian sisa karhutla mohon kesediaannya untuk bergabung dengan BPBD guna pemadamannya. Kegiatan penutupan setelah sambutan dan kesan pesan dari perwakilan tim posko lapangan (MPA Milenial) dilanjutkan dengan doa bersama, nonton video kegiatan selama posko dan makan bersama dihalaman. Selanjutnya digelar dengan dangdutan yang diawali dengan lagu pembuka oleh Kalaksa Ir. M Yusuf, MT dengan suaranya yang merdu memecahkan kesunyian malam, tanpa disadari mengajak para hadirin ikut berjoget ria, dan selanjutnya disusul para artis BPBD, dibawah pemain musik Orari Umar Kayam meramaikan suasana, tidak ketinggalan Bapak Edy Wiyoko dari Polres menambah seru suasana dan hingar bingar peserta ikut hanyut dalam joget dangdut, hingga larut malam jam 12.05 para peserta Syukuran penutupan beringsut pulang. (agusm@bpbd).

BPBD KOTIM IKUT JAMBORE INOVASI SE KALTENG

  • Rabu, 23 Oktober 2019
(Palangkaraya/23/10/2019)
       Dalam rangka menampilkan inovasi program kegiatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa instansi termasuk Badan penanggulangan bencana Kabupaten Kotawaringin Timur ditunjuk ikut serta dalam kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) yang dilaksnakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tambun BUngai Jalan AIS nasution Langkai Palangkaraya, yang diikuti oleh 14 Kabupaten dan Kota se Kalimantan Tengah
       Kegiatan berlangsung mulai tanggal 23-26 Oktober 2019, dimana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur megisi salah satu stand sebelah timur, bersama perwakilan SOPD lainnya di stand tersebut. BPBD menampilkan beberapa informasi kebencanaan yang terjadi di Kotim diantaranya bencana kebakaran hutan dan kahan (Karhutla), banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor dalam bentuk leflrt, disamping itu inovasi permainan pengukur wawasan kebencanaan yang cukup menarik banyak pengunjung. Dimana informasi kebencanaan dibentuk dalam sebuah papan pemainan yan berbentuk lingkaran, dimana semua oengunjung yang minat ditawari untuk mengikuti permainan dengan melemparkan anak panah pada papan lingkaran informasi kebencanaan. Kemudian menjawab pertanyaan yang diberikan pemandu dari BPBD, selanjutnya jika 3 pertanyaan tentang kebencanaan sesuai posisi anak panah yang terpilih terjawab dengan benar diberikan hadiah langsung yang menarik.
       Permainan interaktif tersebut menarik minat para pengunjung sehingga ramai memadati stand, untuk menunjukan kebolehannya melempar panah pada sasaran yang tepat dan menguji wawasan pengetahuan tentang bencana yang diketahui seperti pengertian bencana, tanda dan penanganannya secara sederhana. Para pengunjung yang mengikuti quis dipersilahkan membaca leflet kebencanaan sbelum ikut quis, sesudah itu bisa ikut.
       Informasi kebencanaan Kabupaten Kotawaringin Timur lainnya disajikan dalam bentuk exbaner, video inovasi simulasi enanggulangan bencana kebakaran hutan dan kahan bai anak PAUD serta kegiatan posko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur  yang ditayangkan bergantian pada layar Televisi LCD pada stand Jambore Inovasi, dari sejak bukan stand sampai tutup malam hari. Diselingin dengan vdeo dari instansi lain yang juga mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur pada ajang pameran JIK dii Palangkaraya diantaranya Pemkab Kotim, Dinas pertanian, Dinas kesehatan, Dinas pUPR, Dinas ketahanan pangan dan Dinas perhubungan. (agusm@bpbd)            

Meningkatkan Kapasitas Dan Kompetensi Unit Kedaruratan BPBD Kotim

  • Senin, 22 April 2019
Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi dari Suber Daya Manusia Aparatur yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Maka pada tanggal 20 sampai dengan 26 April 2019, sebanyak 5 orang pegawai BPBD Kab. Kotim diberangkatkan dalam kegiatan bertajuk Pelatihan TRC (Tim Reaksi Cepat) yang diselenggarakan oleh BNPB Pusat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Gumanti, Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh lebig dari 100 peserta berasal dari 20 kaupaten kota tersebar dari seluruh Indonesia. Pada pelatihan yang bersifat semi militer ini banyak diberikan materi baik itu teori maupun praktek guna peningkatan kemampuan individu-individu kedaruratan bencana dalam menghadapi kondisi yang genting.

Acara ini merupakan rangkaian dari beberapa kali penyelenggaraan pelatihan dengan mengundang secara bergilir perwakilan dari kabupaten kota dari seluruh Indonesia. DIharapkan dengan pelatihan ini, para peserta yang telah dilatih dapat lebih mumpuni dalam menjalankan tugasnya. Kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan maupun langkah upaya yang diambil dlalam kondisi yang sifatnya darurat memang menjadi perangkat wajib untuk para petugas dari BPBD saat terjun di lapangan

BPBD Gelar Penyadartahuan Pengendalian Karhutla

  • Rabu, 12 Juni 2019

Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi hasil studi dan analisa dari pemerintah, lembaga nasional dan internasional menyimpulkan  hampir seratus persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebabkan faktor manusia.

Karena itu, perlu perhatian yang serius dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusuf mengatakan, untuk pencegahan karhutla, digelar kegiatan penyadartahuan di seluruh wilayah kecamatan di Kotim.

 

Peserta yang dilibatkan kepala desa, tokoh, pemuka masyarakat, organisasi kepemudaan, relawan, dan anggota masyarakat peduli api (MPA). Menurut Yusuf, dari rilis BMKG menyatakan, tahun 2019 akan terjadi kemarau cukup panjang. Pihaknya berharap Kotim bisa terhindar dari karhutla.

 

”Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Yusuf saat membuka kegiatan Penyadartahuan  Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan untuk wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Saranau dan Telawang di kantor BPBD Kotim (25/6).

 

Yusuf menambahkan, para peserta diharapkan dapat menjadi pemuda di lingkungannya untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, tetap menyosialisasikan kepada kerabat, tetangga, hingga masyarakat lainnya.

 

”Dengan melakukan itu, semua upaya mengurangi dampak dari kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah,” ucapnya.

 

Yusuf juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, tidak membakar sampah di pekarangan rumah, dan menjaga lahan. Selain itu, melaporkan sedini mungkin jika ada kebakaran, baik kepada aparat setempat maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim

BPBD Kotim Bentuk Brigade Pengendalian Karhutla Kecamatan

  • Selasa, 20 Agustus 2019
BPBD Kotim melakukan pembentukan Brigade Karhutla di Kecamatan Cempaga