Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020   |   Berita Umum

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Ini Ancaman Bencana Tahunan Kotim Di 2020

  • Kamis, 02 Januari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Ada dua bencana tahunan yang mengancam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2020. Yaitu banjir dan juga kebakaran lahan.

"Bencana tahunan di Kotim ini memang hanya dua. Tapi dampaknya sangat besar dan menjadi isu nasional maupun internasional," kata Bupati Kotim Supian Hadi, Kamis, 2 Januari 2020. 

Dia mengatakan, banjir merupakan musibah yang terjadi hampir setiap tahun. Terutama di saat musim hujan. 

Selain bencana tersebut, yang menjadi sorotan nasional maupun isu internasional yakni  kebakaran hutan dan lahan. Pada 2019 lalu, luasan karhutla di Kotim merupakan terbanyak kedua di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal inipun menjadi isu yang hangat diperbincangkan dan menjadi sorotan banyak orang. 

"Di 2020 ini, sebelum atau saat memasuki musim kemarau, kita harus bersiap untuk menghadapi bencana tersebut. Jangan sampai karhutla membesar baru bergerak. Yang harus dilakukan adalah langkah antisipasi," kata dia. 

"Pada 2019 kita tidak bisa menangani karhutla dengan baik. Di 2020 ini, karhutla harus berkurang, bahkan kalau bisa tidak terjadi lagi," tegas Bupati Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Curah Hujan Terus Meningkat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Banjir

  • Rabu, 13 Februari 2019

BORNEONEWS, Sampit - Meningkatnya curah hujan pada Februari 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya musibah banjir. Apalagi saat ini peningkatan intensitas hujan dari ringan menjadi sedang. 

"Saat ini curah hujan meningkat dari ringan menjadi sedang. Sehingga cukup rawan terjadi banjir," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim M Yusup, Minggu (10/2/2019). 

Curah hujan cukup tinggi tersebut diperkirakan terjadi hingga April 2019 mendatang. Yang mana dibulan tersebut merupakan puncak dari musim penghujan. 
Bahkan dalam beberapa hari terakhir, sudah ada satu desa yang mengalami banjir, yakni di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga, Kotim. Namun sudah beransur surut karena hujan hari ini tidak terjadi di daerah tersebut. 

"Jadi sudah ada desa yang terjadi banjir. Karena hujan lebat terjadi di daerah tersebut. Namun sudah berangsur surut," ungkap Yusup. 

Dengan adanya hal itu, maka masyarakat harus selalu waspada. Jangan sampai lengah, terutama antisipasi banjir di malam hari. Sedangkan banjir sendiri yang paling rawan terjadi di daerah Utara Kotim yang memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya saat musik hujan. (MUHAMMAD HAMIM/m) 

BPBD Kotim Ingatkan Masyarakat Mewaspadai Meningkatnya Potensi Banjir

  • Jumat, 13 Desember 2019

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi banjir seiring mulai meningkatnya intensitas hujan.

"Sehubungan dengan mulai meningkatnya intensitas hujan pada bulan Desember, diharapkan seluruh camat, lurah dan kepala desa agar meningkatkan kesiagaan, memperhatikan kondisi wilayah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Timur Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Jumat.

Jumat siang, hujan deras terjadi di Sampit dan sejumlah wilayah Kotawaringin Timur. Intensitas hujan diperkirakan akan meningkat sehingga harus diwaspadai, khususnya bagi masyarakat yang wilayahnya sering dilanda banjir.

Kewaspadaan dini ancaman banjir ini sangat dibutuhkan karena sebagian wilayah Kotawaringin Timur sangat rawan banjir saat curah hujan di atas normal. Untuk itu sejak jauh-jauh hari BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

Seperti Juni lalu, sejumlah wilayah Kotawaringin Timur dilanda banjir, khususnya kawasan hulu atau utara. Banyak desa di beberapa kecamatan terendam banjir akibat luapan sungai saat curah hujan di atas normal.

BPBD berharap, kewaspadaan dini yang dilakukan di tingkat kabupaten juga dilakukan hingga tingkatan pemerintahan paling rendah. Pemimpin wilayah, mulai camat hingga kepala desa diminta untuk memantau dan melaporkan perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.

Pemantauan dibutuhkan agar pemerintah daerah bisa mengambil tindakan cepat jika ada desa yang dilanda banjir parah dan perlu pertolongan cepat. Untuk itulah pejabat di lapangan diminta segera berkoordinasi dengan BPBD Kotawaringin Timur. 

Menurut Yephi, koordinasi sangat dibutuhkan agar tanggap darurat bisa dilakukan dengan cepat jika ada wilayah yang dilanda bencana banjir. Harapannya masyarakat korban banjir mendapat bantuan dengan cepat sehingga tidak sampai kesulitan akibat banjir.

Semua pihak berharap banjir tidak terjadi sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. Namun, kewaspadaan tetap harus dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan akibat banjir.

"Koordinasi sangat penting untuk langkah pencegahan maupun penanggulangan. Rencananya mulai minggu depan Posko Siaga Banjir mulai diaktifkan, makanya imbauan mulai dikomunikasikan kepada semua pihak," demikian Yephi.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019