Ini Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Dari BMKG

Sabtu, 11 Januari 2020   |   Berita Umum

SAMPIT – Selama satu pekan ke depan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di prediksi akan mengalami cuaca ekstrim. Hal ini di sampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandar Udara H Asan Sampit, Nur Setiawan

“Satu minggu ini Kotim akan diguyur hujan yang lebat disertai angin yang kencang. Durasi hujan juga akan cukup lama. Ini masuk kategori cuaca ekstrim,” kata Nur Setiawan saat ditemui diruangan kerjanya, Sabtu, 11 Januari 2020.

Nur Setiawan melanjutkan, adanya hujan lebat dengan intensitas tinggi ini tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan bencana banjir di beberapa wilayah Kotim, khususnya di daerah yang tiap tahun menjadi langganan.

Sebab itu, Nur Setiawan mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada terhadap bencana alam tersebut. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai tidak dapat menampung besarnya debit air sehingga meluap ke areal pemukiman warga.

“Kemungkinan bisa terjadi banjir. Angin kencang juga berbahaya. Akan ada pohon-pohon yang tumbang. Apalagi di pinggir Jalan Kota Sampit banyak pohon besar. Saya minta warga jangan berteduh di bawah pohon atau pun dibawah bangunan yang sudah tua, jika roboh maka akan tertimpa. Semoga semua ini tidak terjadi,” tutur Kepala BMKG Stasiun Bandara H Asan Sampit.

(shb/matakalteng.com)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Ini Ancaman Bencana Tahunan Kotim Di 2020

  • Kamis, 02 Januari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Ada dua bencana tahunan yang mengancam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2020. Yaitu banjir dan juga kebakaran lahan.

"Bencana tahunan di Kotim ini memang hanya dua. Tapi dampaknya sangat besar dan menjadi isu nasional maupun internasional," kata Bupati Kotim Supian Hadi, Kamis, 2 Januari 2020. 

Dia mengatakan, banjir merupakan musibah yang terjadi hampir setiap tahun. Terutama di saat musim hujan. 

Selain bencana tersebut, yang menjadi sorotan nasional maupun isu internasional yakni  kebakaran hutan dan lahan. Pada 2019 lalu, luasan karhutla di Kotim merupakan terbanyak kedua di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal inipun menjadi isu yang hangat diperbincangkan dan menjadi sorotan banyak orang. 

"Di 2020 ini, sebelum atau saat memasuki musim kemarau, kita harus bersiap untuk menghadapi bencana tersebut. Jangan sampai karhutla membesar baru bergerak. Yang harus dilakukan adalah langkah antisipasi," kata dia. 

"Pada 2019 kita tidak bisa menangani karhutla dengan baik. Di 2020 ini, karhutla harus berkurang, bahkan kalau bisa tidak terjadi lagi," tegas Bupati Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

BPBD-Ancaman Banjir Di Kotim Tinggi

  • Senin, 11 Maret 2019

BORNEONEWS, Sampit - Ancaman terjadinya bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai tinggi. Terutama di wilayah utara saat terjadi saat hujan deras. 

"Potensi bencana banjir cukup tinggi di musim hujan seperti saat ini," ujar Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Punding, Jumat (8/3/2019). 

Di Kotim setidaknya ada 65 desa yang rawan banjir. Desa tersebut berada di 14 kelurahan dari 10 kecamatan. Dari sejumlah desa tersebut mendominasi di utara. Sedangkan di perkotaan hanya banjir kiriman yang saat bersamaan dengan pasang naik. 

"Yang pasti banjir di Kotim karena curah hujan yang tinggi," kata Punding. 

Banjir yang sering terjadi di utara Kotim akibat sungai kecil yang mengalirkan air ke sungai besar akibat curah hujan tinggi tidak mampu menampung lagi. Sehingga tumpah ke pemukiman warga dan mengakibatkan beberapa wilayah tergenang. 

"Banjir juga akan cepat turun, jika hujan tidak tidak terjadi dalam dua hingga tiga hari. Namun kalau hujan terus terjadi, maka banjir bisa saja semakin tinggi," ungkap Punding. 

Untuk mengantisipasi akan terjadi hal yang tidak diinginkan pihaknya membentuk tim reaksi cepat. Koordinasi dengan kepala desa juga terus dilakukan. Sehingga jika banjir yang melanda cukup membahayakan, maka pihaknya akan langsung terjun ke lapangan. 

"Jadi kami terus memantau laporan kepala desa, jika banjir terjadi sudah cukup tinggi, maka kami akan langsung ke lokasi," terang Punding. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Pemkab Kotim Beli Mobil Tangki Air Antisipasi Karhutla Dan Kekeringan

  • Kamis, 16 Januari 2020

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah akan membeli mobil tangki air untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan kekeringan yang biasanya terjadi setiap musim kemarau.

"Untuk tahap pertama yang segera dilelang ini sebanyak enam armada mobil tangki yang akan dibeli. Kebutuhan kita ini antara 10 sampai 15 armada mobil tangki," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Kamis.

Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur mengatakan, bencana kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan krisis air bersih hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.

Saat kebakaran terjadi sporadis di banyak tempat, pemerintah daerah cukup kewalahan memadamkan api karena terbatasnya armada dan personel. Mobil tangki sangat dibutuhkan untuk memasok air kepada petugas pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api karena sumber air di sekitar lokasi sudah kering.

Mobil tangki air juga dibutuhkan untuk memasok air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih  seperti yang terjadi akhir 2019 lalu, pemerintah memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki sejumlah instansi.

Masyarakat mengandalkan pasokan air bersih dari Sampit yang dipasok menggunakan mobil tangki karena sumur dan danau sumber air bersih sudah kering, sementara air sungai keruh dan payau akibat intrusi air laut.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat kemarau, pemerintah daerah membeli mobil tangki air. Selain untuk menangani kebakaran hutan lahan, pengadaan mobil tangki tersebut juga untuk menanggulangi krisis air bersih.

"Supaya kita tidak repot lagi mencari mobil tangki untuk memasok air. Ini juga supaya penanggulangan kebakaran dan krisis air bersih bisa lebih cepat dan maksimal," harap Halikinnor.

Saat kemarau tahun lalu, keberadaan mobil tangki milik sejumlah pihak seperti PDAM, PMI, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan instansi lainnya sangat membantu dalam memasok air untuk memadamkan kebakaran lahan. 

Di sisi lain, mobil-mobil tersebut juga digunakan untuk memasok air ke lokasi kekeringan atau krisis air bersih. Pasokan air bisa diatur berkelanjutan sehingga pemadaman api maupun distribusi air bersih berjalan dengan baik.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsAppShare to LINEShare to PinterestShare to GmailShare to EmailShare to More23