BPBD Kotim Ingatkan Masyarakat Waspadai Angin Kencang Dan Banjir

Senin, 13 Januari 2020   |   Berita Umum

 

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat mewaspadai angin kencang dan banjir yang rawan terjadi saat musim hujan ini.

"Potensi bencana yang rawan saat ini adalah angin kencang dan banjir. Makanya kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadainya," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur Agus Mulyadi di Sampit, Senin.

Harapan itu disampaikan Agus saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kegiatan ini dihadiri perwakilan satuan organisasi perangkat daerah, lurah, kepala desa dan tokoh masyarakat.

Agus menjelaskan, potensi angin puting beliung saat terjadi hujan deras, harus diwaspadai. Beberapa pekan terakhir, angin kencang membuat beberapa pohon besar di Sampit tumbang ke badan jalan.

Saat hujan deras disertai angin kencang terjadi pada 27 Desember 2019 lalu, dua pohon besar di Kota Sampit, tumbang akibat dihantam angin kencang, yakni di Jalan S Parman dan HM Arsyad.

Pohon tumbang ke badan jalan sempat mengganggu arus lalu lintas. Petugas gabungan pun dengan cepat menangani dengan memotong-motong batang dan dahan pohon, kemudian membersihkan dari jalan sehingga lalu lintas kembali lancar.

Jumat (10/1) sore, sebuah pohon di Jalan Pelita juga tumbang ke badan jalan saat Sampit dilanda hujan deras dan angin kencang. Selain kencangnya angin, kondisi tanah yang menjadi labil akibat diguyur hujan deras, diduga juga menjadi pemicu.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejak Desember sampai Juni masuk musim penghujan. Puncak hujan diperkirakan terjadi Februari dan Maret sehingga harus diwaspadai karena rawan banjir.

BPBD Kotawaringin Timur bahkan sudah menyatakan status waspada banjir sejak 18 Desember 2019. Kepala desa dan lurah diminta melaporkan kejadian di wilayahnya setiap saat.

Pemerintah desa bisa menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana. Kewaspadaan dini sangat diperlukan agar bisa bergerak cepat membantu warga yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana.

Agus mengatakan, secara umum kondisi Kotawaringin Timur masih aman dan hingga kini belum ada laporan terjadi banjir. Memang sempat ada laporan dari Kecamatan Parenggean terkait ancaman banjir di salah satu desa setempat, namun rendaman yang terjadi tersebut surut hanya dalam hitungan jam.

Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan bencana. Untuk itu masyarakat juga harus selalu waspada agar jika terjadi bencana maka dampak buruknya bisa dicegah dan ditanggulangi dengan cepat.

"Tahun 2020 ini kemarau diperkirakan terjadi pada awal Juli sampai November. Makanya mulai sekarang siap-siap menghadapi ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan. Peralatan dan kemampuan personel harus diperhatikan," demikian Agus.


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

  • Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Ini Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Dari BMKG

  • Sabtu, 11 Januari 2020

SAMPIT – Selama satu pekan ke depan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di prediksi akan mengalami cuaca ekstrim. Hal ini di sampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandar Udara H Asan Sampit, Nur Setiawan

“Satu minggu ini Kotim akan diguyur hujan yang lebat disertai angin yang kencang. Durasi hujan juga akan cukup lama. Ini masuk kategori cuaca ekstrim,” kata Nur Setiawan saat ditemui diruangan kerjanya, Sabtu, 11 Januari 2020.

Nur Setiawan melanjutkan, adanya hujan lebat dengan intensitas tinggi ini tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan bencana banjir di beberapa wilayah Kotim, khususnya di daerah yang tiap tahun menjadi langganan.

Sebab itu, Nur Setiawan mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada terhadap bencana alam tersebut. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai tidak dapat menampung besarnya debit air sehingga meluap ke areal pemukiman warga.

“Kemungkinan bisa terjadi banjir. Angin kencang juga berbahaya. Akan ada pohon-pohon yang tumbang. Apalagi di pinggir Jalan Kota Sampit banyak pohon besar. Saya minta warga jangan berteduh di bawah pohon atau pun dibawah bangunan yang sudah tua, jika roboh maka akan tertimpa. Semoga semua ini tidak terjadi,” tutur Kepala BMKG Stasiun Bandara H Asan Sampit.

(shb/matakalteng.com)

Kotim Siaga Banjir, Puting Beliung, Dan Tanah Longsor

  • Rabu, 13 Februari 2019

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang siaga banjir, puting beliung, dan juga longsor. Terlebih saat ini curah hujan cukup tinggi. 

 

"Saat ini kami tetapkan siaga banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Karena intensitas hujan cukup tinggi bulan ini hingga maret mendatang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin (11/2/2019).

Ia mengungkapkan, yang paling dikhawatirkan saat ini ialah ancaman banjir. Pasalnya, Kotim termasuk daerah rawan banjir. Terutama di wilayah utara. Hal ini disebabkan hujan deras sering terjadi di wilayah utara. 

Sedangkan untuk kawasan perkotaan relatif aman dari banjir. Karena drainase yang ada sudah bagus dan aliran air hujan bisa keluar dengan cepat ke sungai. 

"Meskipun begitu, masyarakat harus menjaga kebersihan. Jangan sampai membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam got. Karena bisa menyumbat aliran air," kata Yusup.

Sementara itu, terkait puting beliung, sejauh ini memang belum pernah terjadi di daratan Kotim. Namun, jika cuaca ekstrim, bukan tidak mungkin bencana itu melanda. Itulah yang harus diantisipasi. 

 

"Sedangkan untuk longsor juga tidak terjadi di Kotim. Namun, hal itu kita patut waspadai karena di musim hujan bisa saja terjadi," ungkap Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)