Pemkab Kotim Beli Mobil Tangki Air Antisipasi Karhutla Dan Kekeringan

Kamis, 16 Januari 2020   |   Berita Umum

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah akan membeli mobil tangki air untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan kekeringan yang biasanya terjadi setiap musim kemarau.

"Untuk tahap pertama yang segera dilelang ini sebanyak enam armada mobil tangki yang akan dibeli. Kebutuhan kita ini antara 10 sampai 15 armada mobil tangki," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Kamis.

Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur mengatakan, bencana kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan krisis air bersih hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.

Saat kebakaran terjadi sporadis di banyak tempat, pemerintah daerah cukup kewalahan memadamkan api karena terbatasnya armada dan personel. Mobil tangki sangat dibutuhkan untuk memasok air kepada petugas pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api karena sumber air di sekitar lokasi sudah kering.

Mobil tangki air juga dibutuhkan untuk memasok air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih  seperti yang terjadi akhir 2019 lalu, pemerintah memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki sejumlah instansi.

Masyarakat mengandalkan pasokan air bersih dari Sampit yang dipasok menggunakan mobil tangki karena sumur dan danau sumber air bersih sudah kering, sementara air sungai keruh dan payau akibat intrusi air laut.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat kemarau, pemerintah daerah membeli mobil tangki air. Selain untuk menangani kebakaran hutan lahan, pengadaan mobil tangki tersebut juga untuk menanggulangi krisis air bersih.

"Supaya kita tidak repot lagi mencari mobil tangki untuk memasok air. Ini juga supaya penanggulangan kebakaran dan krisis air bersih bisa lebih cepat dan maksimal," harap Halikinnor.

Saat kemarau tahun lalu, keberadaan mobil tangki milik sejumlah pihak seperti PDAM, PMI, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan instansi lainnya sangat membantu dalam memasok air untuk memadamkan kebakaran lahan. 

Di sisi lain, mobil-mobil tersebut juga digunakan untuk memasok air ke lokasi kekeringan atau krisis air bersih. Pasokan air bisa diatur berkelanjutan sehingga pemadaman api maupun distribusi air bersih berjalan dengan baik.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsAppShare to LINEShare to PinterestShare to GmailShare to EmailShare to More23

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Pemkab Kotim Siaga Darurat Bencana Karhutla

  • Rabu, 03 Juli 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan status waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi siaga darurat bencana. Itu terjadi menyusul eskalasi Karhutla mulai meningkat signifikan.

”Mulai besok 3 Juli sampai 30 Oktober 2019 diadakan posko terpadu melibatkan beberapa instansi. Bergabung untuk melaksanakan pengendalian Karhutla, terutama pencegahan dini bencana Karhutla,” tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Muhammad Yusuf

Peningkatan status itu merupakan hasil rapat gabungan dilaksanakan Selasa sore, untuk  menyikapi kebakaran lahan yang mulai terjadi, khususnya di Sampit. Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kalteng telah meningkatkan status menjadi siaga darurat bencana Karhutla sejak 27 Mei lalu. Namun, Kotim baru melakukan sekarang. ”Karena saat itu curah hujan masih cukup tinggi, bahkan terjadi banjir di sejumlah kecamatan,” tegas Yusuf.

Peningkatan status itu setelah mempertimbangkan kejadian-kejadian kebakaran lahan akhir-akhir ini. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun H Asan Sampit juga menginformasikan musim kemarau terjadi sejak dasarian II bulan Juni lalu sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan diprediksi akan meningkat.

BPBD Kotim mencatat, selama Juni hingga awal Juli ini sudah terjadi 18 kali kebakaran lahan. Saat ini, juga terpantau 10 hotspot atau titik panas tersebar pada lima kecamatan. Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Kotim dipimpin Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf Sumarlin Marzuki. Sedangkan anggotanya merupakan perwakilan dari seluruh instansi terkait.

Posko berada di kantor BPBD Kotim di Jalan Jenderal Sudirman km 6,8 Sampit. Setiap hari tim akan memantau, mengevaluasi, merencanakan, menjalankan aksi pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Saat kemarau, hampir semua kecamatan rawan kebakaran lahan. Namun, berdasar evaluasi tahun lalu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan akan menjadi perhatian khusus. Maklum, tahun lalu kebakaran lahan di kecamatan itu lebih dari 300 hektare.

Kendala ditemui di lapangan lokasi Karhutla terlalu jauh. Kondisi tersebut menyulitkan dan tidak bisa dicapai tim darat, jalan terputus, sulitnya mendapatkan sumber air, akses jalan umumnya harus dirintis karena kebakaran terjadi jauh dari permukiman. ”Nanti, kami mengajukan permohonan satu buah helikopter untuk Kotim yang ditempatkan di Bandara Haji Asan sehingga bisa menanggulangi kebakaran lahan di lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat dengan cara water boombing atau bom air,” harap Yusuf.

Hujan Deras, Air Masuk Selasar RSUD

  • Sabtu, 28 Desember 2019

PROKAL.COSAMPIT – Hujan deras yang terjadi Jum’at (27/12) sore, membuat sebagian besar jalan dalam Kota Sampit tergenang banjir, bahkan genangan banjir sampai merembes ke selasar RSUD dr Murjani Sampit.

Pantauan Radar Sampit, hujan deras terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan mulai mereda pada pukul 19.00 WIB.

Drainase pengaringan yang sebelumnya mengering kini penuh dengan air hujan. Debit air hingga tak mampu menampung air hujan. Akibatnya beberapa jalan tergenang banjir dengan kedalaman berkisar 4-8 cm.

Seperti yang terjadi di Jalan HM Arsyad dekat kantor Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP2AP2KB) Kotim menggenang karena saluran drainase tak cukup menampung debit volume air hujan. Hal serupa juga terjadi di Jalan Batu Berlian,  yang memang kerap menjadi langganan tergenang ketika musim hujan terjadi.

Humas RSUD dr Murjani Sampit Hermansyah membenarkan kejadian hujan deras yang terjadi kemarin, airnya  sempat menggenang selasar rumah sakit. Namun, tak lama setelah hujan reda, genangan air langsung surut.

”Di selasar rumah sakit memang datarannya rendah, jadi biasa langganan  banjir. Tetapi setelah saya periksa kondisinya sudah surut setelah reda. Hanya saja lantai masih dalam keadaan basah sehingga harus bisa berhati-hati,” ujarnya.

Hermansyah menambahkan, banjir yang menggenangi selasar RSUD dr Murjani Sampit tak sampai mengakibatkan pelayanan terganggu.

”Rawat inap dan ruangan lainnya tak sampai terendam banjir dan pelayanan  rumah sakit tetap berjalan normal seperti biasanya,  karena genangan banjir langsung surut seiring dengan meredanya hujan tadi malam,”pungkasnya (hgn/gus)

Kotim Siaga Banjir, Puting Beliung, Dan Tanah Longsor

  • Rabu, 13 Februari 2019

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang siaga banjir, puting beliung, dan juga longsor. Terlebih saat ini curah hujan cukup tinggi. 

 

"Saat ini kami tetapkan siaga banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Karena intensitas hujan cukup tinggi bulan ini hingga maret mendatang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin (11/2/2019).

Ia mengungkapkan, yang paling dikhawatirkan saat ini ialah ancaman banjir. Pasalnya, Kotim termasuk daerah rawan banjir. Terutama di wilayah utara. Hal ini disebabkan hujan deras sering terjadi di wilayah utara. 

Sedangkan untuk kawasan perkotaan relatif aman dari banjir. Karena drainase yang ada sudah bagus dan aliran air hujan bisa keluar dengan cepat ke sungai. 

"Meskipun begitu, masyarakat harus menjaga kebersihan. Jangan sampai membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam got. Karena bisa menyumbat aliran air," kata Yusup.

Sementara itu, terkait puting beliung, sejauh ini memang belum pernah terjadi di daratan Kotim. Namun, jika cuaca ekstrim, bukan tidak mungkin bencana itu melanda. Itulah yang harus diantisipasi. 

 

"Sedangkan untuk longsor juga tidak terjadi di Kotim. Namun, hal itu kita patut waspadai karena di musim hujan bisa saja terjadi," ungkap Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)