BPDB Kotim Bagikan Masker Kepada Petugas Bandara H Asan Sampit, Ada Apa Ya

Selasa, 28 Januari 2020   |   Berita Umum
SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut berpartisipasi mencegah tersebarnya virus Corona atau coronavirus masuk ke kabupaten melalui warga asing.

Salah satu langkahnya, mereka membagikan masker kepada seluruh petugas yang sedang bertugas di Bandara H Asan Sampit.

“Untuk antisipasi penyebaran virus corana, BPBD Kabupaten Kotim berkoordinasi dengan Bandara H Asan membagikan masker kepada seluruh petugas bandara, penumpang dan pengunjung,” tutur Kepala Harian BPDB Kotim melalui Kasi Kedaruratan Agus Mulyadi, Selasa, 28 Januari 2020.

Jumlah masker yang dibagikan sekitar 2000 lembar. Penyerahan masker secara simbolis dimulai pukul 10.00 WIB dan langsung diterima salah seorang petugas sebagai perwakilan, atasnama Heri.

“Pembagian masker itu sebagai antisipasi karena petugas kontak langsung dengan para penumpang, terutama penumpang dari luar daerah yang turun di Bandara H Asan Sampit,” kata Agus.

Seperti diketahui, Bandara H Asan Sampit masuk daftar dari 19 titik yang dianggap rawan masuknya virus corona.

Antisipasi dini sangat diperlukan guna mencegah penyebaran virus mematikan itu di Bumi Habaring Hurung tercinta ini.

(ifin/beritasampit.co.id)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

  • Selasa, 25 Agustus 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  

Resmi.. 2 Unit Helikopter Water Bombing Merapat Ke Kabupaten Kotim

  • Kamis, 01 Agustus 2019
Kecenderungan peningkatan aktifitas kebakaran hutan dan lahan, yang terjadi saat ini, mau tidak mau membuat pihak pemerintah mengambil langkah-langkah ekstra dalam penanganan karhutla. Setelah mengajukan permohonan kepada pihak BNPB untuk dapat mereposisi sejumlah helikopter water bombing, akhirnya permintaan tersebut dikabulkan.

Pada tanggal 1 Agustus 2019, sebanyak 2 unit helikopter tipe MI8 mendarat di Bandara Haji Assan Sampit. Kedua kendaraan udara tersebut diawaki oleh mayoritas kru asing asal Rusia dan Kazakthan. Helikopter dilengkapi dengan bucket berkapasitas 4000 liter untuk fasilitas pengebom air.
handle 
Begitu sudah mendarat, heli langsung memulai penugasan pelaksanaan pemadaman udara di daerah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Selatan. Keberadaan heli ini memang sudah sangat dinantikan mengingat kejadian karhutla yang ada di kedua lokasi tersebut relatif sulit untuk ditangani oleh satgas darat.

Helikopter akan berada di Sampit sampai dengan akhir masa Posko pada 30 Oktober 2019. Selain menghandle wilayah Kotawaringin Timur, helikopter ini juga dapat menjangkau wilayah Kabupaten lain seperti Seruyan, Kotawaringin Barat maupun Katingan.

BPBD Kotim Ingatkan Masyarakat Mewaspadai Meningkatnya Potensi Banjir

  • Jumat, 13 Desember 2019

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi banjir seiring mulai meningkatnya intensitas hujan.

"Sehubungan dengan mulai meningkatnya intensitas hujan pada bulan Desember, diharapkan seluruh camat, lurah dan kepala desa agar meningkatkan kesiagaan, memperhatikan kondisi wilayah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Timur Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Jumat.

Jumat siang, hujan deras terjadi di Sampit dan sejumlah wilayah Kotawaringin Timur. Intensitas hujan diperkirakan akan meningkat sehingga harus diwaspadai, khususnya bagi masyarakat yang wilayahnya sering dilanda banjir.

Kewaspadaan dini ancaman banjir ini sangat dibutuhkan karena sebagian wilayah Kotawaringin Timur sangat rawan banjir saat curah hujan di atas normal. Untuk itu sejak jauh-jauh hari BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

Seperti Juni lalu, sejumlah wilayah Kotawaringin Timur dilanda banjir, khususnya kawasan hulu atau utara. Banyak desa di beberapa kecamatan terendam banjir akibat luapan sungai saat curah hujan di atas normal.

BPBD berharap, kewaspadaan dini yang dilakukan di tingkat kabupaten juga dilakukan hingga tingkatan pemerintahan paling rendah. Pemimpin wilayah, mulai camat hingga kepala desa diminta untuk memantau dan melaporkan perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.

Pemantauan dibutuhkan agar pemerintah daerah bisa mengambil tindakan cepat jika ada desa yang dilanda banjir parah dan perlu pertolongan cepat. Untuk itulah pejabat di lapangan diminta segera berkoordinasi dengan BPBD Kotawaringin Timur. 

Menurut Yephi, koordinasi sangat dibutuhkan agar tanggap darurat bisa dilakukan dengan cepat jika ada wilayah yang dilanda bencana banjir. Harapannya masyarakat korban banjir mendapat bantuan dengan cepat sehingga tidak sampai kesulitan akibat banjir.

Semua pihak berharap banjir tidak terjadi sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. Namun, kewaspadaan tetap harus dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan akibat banjir.

"Koordinasi sangat penting untuk langkah pencegahan maupun penanggulangan. Rencananya mulai minggu depan Posko Siaga Banjir mulai diaktifkan, makanya imbauan mulai dikomunikasikan kepada semua pihak," demikian Yephi.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019