Kotim Anggarkan Dana Tambah Armada Tanggulangi Karhutla

Selasa, 21 Januari 2020   |   Berita Umum

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim menganggarkan dana untuk menambah armada truk tangki pengangkut air, guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di daerah setempat.

"Sudah kami anggarkan untuk armada truk tangki, dan tahun ini juga pengadaannya," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Selasa, 21 Januari 2020. 

Jumlah armada yang akan disiapkan pada tahun 2020 ini ada 6 unit truk tangki. Semuanya diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Armada itu diharapkan dapat membantu penanggulangan saat terjadi musim kemarau di sertai kebakaran lahan di daerah ini. 

"Melihat dari kejadian karhutla 2019 kemaren, salah satu kendalanya adalah kekurangan armada. Sehingga hal inilah menjadi perhatian kami untuk menambahnya," kata Halikinnor. 

Sebagaimana diketahui, di setiap tahunnya saat musim kemarau tiba, Kotim hampir selalu dilanda karhutla. Tahun 2019 lalu, karhutla yang terjadi terbilang cukup besar, bahkan luasan lahan yang terbakar mencapai 2.000 hektar lebih. 

Hal itu terjadi, selain karena lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, kondisi lahan juga gambut sehingga sulit dipadamkan. Minimnya sarana dan prasarana juga menjadi masalah klasik yang membuat penanggulangan karhutla tidak maksimal. 

"Tidak hanya 6 armada saja, namun nantinya secara berkala akan ditambah lagi. Paling tidak sebanyak 10 hingga 15 unit mobil tangki lagi kami tambah," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Curah Hujan Terus Meningkat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Banjir

  • Rabu, 13 Februari 2019

BORNEONEWS, Sampit - Meningkatnya curah hujan pada Februari 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya musibah banjir. Apalagi saat ini peningkatan intensitas hujan dari ringan menjadi sedang. 

"Saat ini curah hujan meningkat dari ringan menjadi sedang. Sehingga cukup rawan terjadi banjir," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim M Yusup, Minggu (10/2/2019). 

Curah hujan cukup tinggi tersebut diperkirakan terjadi hingga April 2019 mendatang. Yang mana dibulan tersebut merupakan puncak dari musim penghujan. 
Bahkan dalam beberapa hari terakhir, sudah ada satu desa yang mengalami banjir, yakni di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga, Kotim. Namun sudah beransur surut karena hujan hari ini tidak terjadi di daerah tersebut. 

"Jadi sudah ada desa yang terjadi banjir. Karena hujan lebat terjadi di daerah tersebut. Namun sudah berangsur surut," ungkap Yusup. 

Dengan adanya hal itu, maka masyarakat harus selalu waspada. Jangan sampai lengah, terutama antisipasi banjir di malam hari. Sedangkan banjir sendiri yang paling rawan terjadi di daerah Utara Kotim yang memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya saat musik hujan. (MUHAMMAD HAMIM/m) 

Perda Penanggulangan Bencana Kotim Untuk Mempermudah Upaya Di Lapangan

  • Senin, 20 Januari 2020

Sampit (ANTARA) - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mendukung penuh pembuatan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana untuk mempermudah upaya di lapangan.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa 99 pasal dalam rancangan peraturan daerah ini dibuat karena memang belum ada diatur secara rinci di aturan yang lebih tinggi. Selain itu, ini juga spesifik untuk muatan lokal atau terkait kondisi daerah kita ini," kata anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu di Sampit, Senin.

Rapat gabungan legislatif dan eksekutif kembali digelar untuk melanjutkan pembahasan rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kotawaringin Timur. Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Kotawaringin Timur Handoyo J Wibowo.

Dalam rapat kali ini, fokus pembahasan adalah pasal-pasal yang dinilai khusus sesuai kondisi Kotawaringin Timur. Pasal-pasal tersebut diusulkan berdasarkan evaluasi kendala yang dihadapi dalam penanggulangan bencana selama ini dengan harapan bisa menjadi solusi.

Berbagai masukan disampaikan sejumlah anggota Bapemperda untuk mengoreksi kekurangan maupun menyempurnakan rancangan peraturan daerah tersebut. Masukan dari peserta rapat dibahas bersama sebelum dimasukkan dalam rancangan peraturan daerah.

"Intinya kita berharap nantinya peraturan daerah ini akan menjawab hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi. Semoga nantinya pencegahan dan penanggulangan bencana lebih optimal karena sudah ada peraturan daerah ini sebagai dasar hukumnya," kata Handoyo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur Muhammad Yusuf mengatakan, selama ini banyak aturan lebih tinggi terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana, khususnya Peraturan Kepala BNPB, namun ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi di daerah.

Untuk itulah peraturan daerah ini diusulkan untuk mengatur hal-hal teknis sesuai kondisi dan kebutuhan di Kotawaringin Timur. Peraturan daerah tersebut nantinya mengatur banyak hal seperti terkait proses anggaran, penetapan status bencana dan aturan teknis yang dibutuhkan.

"Juga terkait dasar hukum dana siap pakai karena selama ini prosesnya panjang sehingga bencana sudah selesai, baru bantuan keluar. Kita sederhanakan dan spesifik sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Yusuf.

Yusuf mengatakan, rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana tersebut sudah melalui uji publik. Peraturan daerah ini sangat penting untuk menyesuaikan dengan karakteristik atau muatan lokal daerah, khususnya dalam pelibatan masyarakat.

Penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama, sehingga semua pihak diharapkan terlibat, sedangkan BPBD hanya sebagai koordinator dan pelaksana. Penguatan peran masyarakat terus dilakukan, terutama di wilayah rawan bencana.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Pemkab Kotim Beli Mobil Tangki Air Antisipasi Karhutla Dan Kekeringan

  • Kamis, 16 Januari 2020

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah akan membeli mobil tangki air untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan kekeringan yang biasanya terjadi setiap musim kemarau.

"Untuk tahap pertama yang segera dilelang ini sebanyak enam armada mobil tangki yang akan dibeli. Kebutuhan kita ini antara 10 sampai 15 armada mobil tangki," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Kamis.

Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur mengatakan, bencana kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan krisis air bersih hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.

Saat kebakaran terjadi sporadis di banyak tempat, pemerintah daerah cukup kewalahan memadamkan api karena terbatasnya armada dan personel. Mobil tangki sangat dibutuhkan untuk memasok air kepada petugas pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api karena sumber air di sekitar lokasi sudah kering.

Mobil tangki air juga dibutuhkan untuk memasok air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih  seperti yang terjadi akhir 2019 lalu, pemerintah memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki sejumlah instansi.

Masyarakat mengandalkan pasokan air bersih dari Sampit yang dipasok menggunakan mobil tangki karena sumur dan danau sumber air bersih sudah kering, sementara air sungai keruh dan payau akibat intrusi air laut.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat kemarau, pemerintah daerah membeli mobil tangki air. Selain untuk menangani kebakaran hutan lahan, pengadaan mobil tangki tersebut juga untuk menanggulangi krisis air bersih.

"Supaya kita tidak repot lagi mencari mobil tangki untuk memasok air. Ini juga supaya penanggulangan kebakaran dan krisis air bersih bisa lebih cepat dan maksimal," harap Halikinnor.

Saat kemarau tahun lalu, keberadaan mobil tangki milik sejumlah pihak seperti PDAM, PMI, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan instansi lainnya sangat membantu dalam memasok air untuk memadamkan kebakaran lahan. 

Di sisi lain, mobil-mobil tersebut juga digunakan untuk memasok air ke lokasi kekeringan atau krisis air bersih. Pasokan air bisa diatur berkelanjutan sehingga pemadaman api maupun distribusi air bersih berjalan dengan baik.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AddThis Sharing Buttons

Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsAppShare to LINEShare to PinterestShare to GmailShare to EmailShare to More23