Ini Ancaman Bencana Tahunan Kotim Di 2020

Kamis, 02 Januari 2020   |   Berita Umum

BORNEONEWS, Sampit - Ada dua bencana tahunan yang mengancam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2020. Yaitu banjir dan juga kebakaran lahan.

"Bencana tahunan di Kotim ini memang hanya dua. Tapi dampaknya sangat besar dan menjadi isu nasional maupun internasional," kata Bupati Kotim Supian Hadi, Kamis, 2 Januari 2020. 

Dia mengatakan, banjir merupakan musibah yang terjadi hampir setiap tahun. Terutama di saat musim hujan. 

Selain bencana tersebut, yang menjadi sorotan nasional maupun isu internasional yakni  kebakaran hutan dan lahan. Pada 2019 lalu, luasan karhutla di Kotim merupakan terbanyak kedua di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal inipun menjadi isu yang hangat diperbincangkan dan menjadi sorotan banyak orang. 

"Di 2020 ini, sebelum atau saat memasuki musim kemarau, kita harus bersiap untuk menghadapi bencana tersebut. Jangan sampai karhutla membesar baru bergerak. Yang harus dilakukan adalah langkah antisipasi," kata dia. 

"Pada 2019 kita tidak bisa menangani karhutla dengan baik. Di 2020 ini, karhutla harus berkurang, bahkan kalau bisa tidak terjadi lagi," tegas Bupati Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Resmi.. 2 Unit Helikopter Water Bombing Merapat Ke Kabupaten Kotim

  • Kamis, 01 Agustus 2019
Kecenderungan peningkatan aktifitas kebakaran hutan dan lahan, yang terjadi saat ini, mau tidak mau membuat pihak pemerintah mengambil langkah-langkah ekstra dalam penanganan karhutla. Setelah mengajukan permohonan kepada pihak BNPB untuk dapat mereposisi sejumlah helikopter water bombing, akhirnya permintaan tersebut dikabulkan.

Pada tanggal 1 Agustus 2019, sebanyak 2 unit helikopter tipe MI8 mendarat di Bandara Haji Assan Sampit. Kedua kendaraan udara tersebut diawaki oleh mayoritas kru asing asal Rusia dan Kazakthan. Helikopter dilengkapi dengan bucket berkapasitas 4000 liter untuk fasilitas pengebom air.
handle 
Begitu sudah mendarat, heli langsung memulai penugasan pelaksanaan pemadaman udara di daerah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Selatan. Keberadaan heli ini memang sudah sangat dinantikan mengingat kejadian karhutla yang ada di kedua lokasi tersebut relatif sulit untuk ditangani oleh satgas darat.

Helikopter akan berada di Sampit sampai dengan akhir masa Posko pada 30 Oktober 2019. Selain menghandle wilayah Kotawaringin Timur, helikopter ini juga dapat menjangkau wilayah Kabupaten lain seperti Seruyan, Kotawaringin Barat maupun Katingan.

Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

  • Selasa, 25 Agustus 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  

Kotim Anggarkan Dana Tambah Armada Tanggulangi Karhutla

  • Selasa, 21 Januari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim menganggarkan dana untuk menambah armada truk tangki pengangkut air, guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di daerah setempat.

"Sudah kami anggarkan untuk armada truk tangki, dan tahun ini juga pengadaannya," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Selasa, 21 Januari 2020. 

Jumlah armada yang akan disiapkan pada tahun 2020 ini ada 6 unit truk tangki. Semuanya diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Armada itu diharapkan dapat membantu penanggulangan saat terjadi musim kemarau di sertai kebakaran lahan di daerah ini. 

"Melihat dari kejadian karhutla 2019 kemaren, salah satu kendalanya adalah kekurangan armada. Sehingga hal inilah menjadi perhatian kami untuk menambahnya," kata Halikinnor. 

Sebagaimana diketahui, di setiap tahunnya saat musim kemarau tiba, Kotim hampir selalu dilanda karhutla. Tahun 2019 lalu, karhutla yang terjadi terbilang cukup besar, bahkan luasan lahan yang terbakar mencapai 2.000 hektar lebih. 

Hal itu terjadi, selain karena lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, kondisi lahan juga gambut sehingga sulit dipadamkan. Minimnya sarana dan prasarana juga menjadi masalah klasik yang membuat penanggulangan karhutla tidak maksimal. 

"Tidak hanya 6 armada saja, namun nantinya secara berkala akan ditambah lagi. Paling tidak sebanyak 10 hingga 15 unit mobil tangki lagi kami tambah," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)