Kotim Siaga Banjir, Puting Beliung, Dan Tanah Longsor

Rabu, 13 Februari 2019   |   Berita Umum

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang siaga banjir, puting beliung, dan juga longsor. Terlebih saat ini curah hujan cukup tinggi. 

 

"Saat ini kami tetapkan siaga banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Karena intensitas hujan cukup tinggi bulan ini hingga maret mendatang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin (11/2/2019).

Ia mengungkapkan, yang paling dikhawatirkan saat ini ialah ancaman banjir. Pasalnya, Kotim termasuk daerah rawan banjir. Terutama di wilayah utara. Hal ini disebabkan hujan deras sering terjadi di wilayah utara. 

Sedangkan untuk kawasan perkotaan relatif aman dari banjir. Karena drainase yang ada sudah bagus dan aliran air hujan bisa keluar dengan cepat ke sungai. 

"Meskipun begitu, masyarakat harus menjaga kebersihan. Jangan sampai membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam got. Karena bisa menyumbat aliran air," kata Yusup.

Sementara itu, terkait puting beliung, sejauh ini memang belum pernah terjadi di daratan Kotim. Namun, jika cuaca ekstrim, bukan tidak mungkin bencana itu melanda. Itulah yang harus diantisipasi. 

 

"Sedangkan untuk longsor juga tidak terjadi di Kotim. Namun, hal itu kita patut waspadai karena di musim hujan bisa saja terjadi," ungkap Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru

BPBD KOTIM BAGIKAN 34 TEMPAT CUCI TANGAN

Selasa, 25 Agustus 2020



Sampit (25/08/2020).

       Dalam rangka penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Kotawaringin Timur, Badan Penanggulangan Bencana menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan berupa unit cuci tangan terdiri dari profil tank air, meja tempat kedudukan tangki, wastapel, tempat sabun, keran air. Fasilitas tersebut sebanyak 34 unit yang akan di sebar di 34 lokasi di wilayah yang terdampak zona merah maupun agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mencuci tangan khususnya ditempat tempat umum yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat yang memiliki urusan baik berbelanja, beribadah maupun urusan administrasi.
       Kegiatan pendataan dan penempatan fasilitas tersebut berkerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur. Fasilitas tempat cuci tangan tersebut sudah tersedia di kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 2 hari lalu, dimana barang tersebut berasal dari bantuan BPB-PK Provinsi Kalmantan Tengah. 
       Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kotim Ir M. Yusuf, MT upaya ini adalah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan mendidik masyarakat untuk senantiasa mencuci tangannya sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penularan COVID-19, yang mana pada saat ini kasusnya semakin meningkat dari minggu keminggu. Pada hari ini kasus COVID-19 di Kab Kotim yang terkonfirmasi positif ada 96 orang, yang sakit dirawat di RSUD dr Murjani Sampit terdapat 19 orang, yang di isolasi di Klinik COVID-19 Islamic center sebanyak 42 orang, yang berhasil sembuh 72 orang dan meninggal 5 orang. mengingat bahayanya dan penularannya begitu cepat sedangkan vaksi dan obatnya belum tersedia dan masih dalam proses penemuan. Kalaksa BPBD Kotim terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim agar senantiasa taat dan patuh mengikuti protokol kesehatan terutama memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang sekitarnya, menghindari kerumunan dan meninggalkan kebiasaan salaman atau berpelukan tapi dapat dengan cara lain tanpa harus bersentuhan. 
       Kepala seksi Logistik Alponsis Delon, BA bersama Tim Satgas COVID-19 Kotim yang ditugaskan mendata lokasi dan penanggung jawab fasilitas cuci tangan yang akan dihibahkan, sudah mendatangi dan mendata lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan menemui penanggung jawab yang bersedia memelihara, menjalankan atau mau bertanggung jawab mengisi air, sabun dan kelangsungan dipergunakannya alat tersebut oleh masyarakat serta tidak memindahkannya ke tempat lain. Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu : Pusat Perbenlanjaan Mentaya (PPM), Pasar ikan PPM, Icon Jelawat, Pasar besar Jalan Rahadi Usman (depan Bintang Swalayan), Pasar kain (Berdikari), Pasar depan Golden, Taman kota, Taman bermain depan Pos, terminal bis, Pasar Mentawa, Pasar Mangkikit, Pasar Tidar, Pasar Keramat, Pasar Al Kamal, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Bapanggang, Masjid Jami Jalan Iskandar, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, Masjid Wahyul Hadi, Masjid Nurul Iman Pelita, Masjid Baiturahim, Masjid Ikhwanul Muhajirin, Gereja Alfa Omega, Gereja Tabelnakel, Gereja Katholik Don Bosco, Gereja Maranatha,  Kelenteng Kuomintang, Kantor Samsat, Pasar Sangai, Bandara H Asan Sampit. (am@5416)   


Laporan Kinerja (LAKIP) BPBD Kotawaringin Timur Tahun 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2020  


Banjir Genangi Jalan HM Arsyad Sampit, Lalu Lintas Terganggu

Senin, 17 Februari 2020

BORNEONEWS, Sampit - Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir. Hal itupun membuat lalu lintas sempat terganggu.

Banjir terjadi karena pada Minggu, 16 Februari 2020 hujan terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.

Dari pantauan Borneonews.co.id, Senin, 17 Februari 2020, banjir di jalan tersebut terjadi karena debit Sungai Mentawa dalam keadaan pasang. Air meluap dan menggani jalan dan sejumlah rumah warga di jalan tersebut.

Genangan air tersebutpun membuat lalu lintas sempat terganggu. Karena kendaraan tidak bisa melaju normal. Dan harus berhati-hati, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Kami harus berhati-hati saat melintas jalan ini, karena banjir cukup tinggi," kata Bahrianur, warga yang melintas.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun saat ini banjir sudah mulai surut, karena sejumlah rumput dan kayu-layu yang sempat terhalang di jembatan Sungai Mentawa sudah dibersihkan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


Berita Terkait

Pemkab Kotim Siaga Darurat Bencana Karhutla

  • Rabu, 03 Juli 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan status waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi siaga darurat bencana. Itu terjadi menyusul eskalasi Karhutla mulai meningkat signifikan.

”Mulai besok 3 Juli sampai 30 Oktober 2019 diadakan posko terpadu melibatkan beberapa instansi. Bergabung untuk melaksanakan pengendalian Karhutla, terutama pencegahan dini bencana Karhutla,” tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Muhammad Yusuf

Peningkatan status itu merupakan hasil rapat gabungan dilaksanakan Selasa sore, untuk  menyikapi kebakaran lahan yang mulai terjadi, khususnya di Sampit. Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kalteng telah meningkatkan status menjadi siaga darurat bencana Karhutla sejak 27 Mei lalu. Namun, Kotim baru melakukan sekarang. ”Karena saat itu curah hujan masih cukup tinggi, bahkan terjadi banjir di sejumlah kecamatan,” tegas Yusuf.

Peningkatan status itu setelah mempertimbangkan kejadian-kejadian kebakaran lahan akhir-akhir ini. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun H Asan Sampit juga menginformasikan musim kemarau terjadi sejak dasarian II bulan Juni lalu sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan diprediksi akan meningkat.

BPBD Kotim mencatat, selama Juni hingga awal Juli ini sudah terjadi 18 kali kebakaran lahan. Saat ini, juga terpantau 10 hotspot atau titik panas tersebar pada lima kecamatan. Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Kotim dipimpin Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf Sumarlin Marzuki. Sedangkan anggotanya merupakan perwakilan dari seluruh instansi terkait.

Posko berada di kantor BPBD Kotim di Jalan Jenderal Sudirman km 6,8 Sampit. Setiap hari tim akan memantau, mengevaluasi, merencanakan, menjalankan aksi pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Saat kemarau, hampir semua kecamatan rawan kebakaran lahan. Namun, berdasar evaluasi tahun lalu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan akan menjadi perhatian khusus. Maklum, tahun lalu kebakaran lahan di kecamatan itu lebih dari 300 hektare.

Kendala ditemui di lapangan lokasi Karhutla terlalu jauh. Kondisi tersebut menyulitkan dan tidak bisa dicapai tim darat, jalan terputus, sulitnya mendapatkan sumber air, akses jalan umumnya harus dirintis karena kebakaran terjadi jauh dari permukiman. ”Nanti, kami mengajukan permohonan satu buah helikopter untuk Kotim yang ditempatkan di Bandara Haji Asan sehingga bisa menanggulangi kebakaran lahan di lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat dengan cara water boombing atau bom air,” harap Yusuf.

BPBD Kotim Ingatkan Masyarakat Waspadai Angin Kencang Dan Banjir

  • Senin, 13 Januari 2020

 

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat mewaspadai angin kencang dan banjir yang rawan terjadi saat musim hujan ini.

"Potensi bencana yang rawan saat ini adalah angin kencang dan banjir. Makanya kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadainya," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur Agus Mulyadi di Sampit, Senin.

Harapan itu disampaikan Agus saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kegiatan ini dihadiri perwakilan satuan organisasi perangkat daerah, lurah, kepala desa dan tokoh masyarakat.

Agus menjelaskan, potensi angin puting beliung saat terjadi hujan deras, harus diwaspadai. Beberapa pekan terakhir, angin kencang membuat beberapa pohon besar di Sampit tumbang ke badan jalan.

Saat hujan deras disertai angin kencang terjadi pada 27 Desember 2019 lalu, dua pohon besar di Kota Sampit, tumbang akibat dihantam angin kencang, yakni di Jalan S Parman dan HM Arsyad.

Pohon tumbang ke badan jalan sempat mengganggu arus lalu lintas. Petugas gabungan pun dengan cepat menangani dengan memotong-motong batang dan dahan pohon, kemudian membersihkan dari jalan sehingga lalu lintas kembali lancar.

Jumat (10/1) sore, sebuah pohon di Jalan Pelita juga tumbang ke badan jalan saat Sampit dilanda hujan deras dan angin kencang. Selain kencangnya angin, kondisi tanah yang menjadi labil akibat diguyur hujan deras, diduga juga menjadi pemicu.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejak Desember sampai Juni masuk musim penghujan. Puncak hujan diperkirakan terjadi Februari dan Maret sehingga harus diwaspadai karena rawan banjir.

BPBD Kotawaringin Timur bahkan sudah menyatakan status waspada banjir sejak 18 Desember 2019. Kepala desa dan lurah diminta melaporkan kejadian di wilayahnya setiap saat.

Pemerintah desa bisa menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana. Kewaspadaan dini sangat diperlukan agar bisa bergerak cepat membantu warga yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana.

Agus mengatakan, secara umum kondisi Kotawaringin Timur masih aman dan hingga kini belum ada laporan terjadi banjir. Memang sempat ada laporan dari Kecamatan Parenggean terkait ancaman banjir di salah satu desa setempat, namun rendaman yang terjadi tersebut surut hanya dalam hitungan jam.

Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan bencana. Untuk itu masyarakat juga harus selalu waspada agar jika terjadi bencana maka dampak buruknya bisa dicegah dan ditanggulangi dengan cepat.

"Tahun 2020 ini kemarau diperkirakan terjadi pada awal Juli sampai November. Makanya mulai sekarang siap-siap menghadapi ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan. Peralatan dan kemampuan personel harus diperhatikan," demikian Agus.


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Resmi.. 2 Unit Helikopter Water Bombing Merapat Ke Kabupaten Kotim

  • Kamis, 01 Agustus 2019
Kecenderungan peningkatan aktifitas kebakaran hutan dan lahan, yang terjadi saat ini, mau tidak mau membuat pihak pemerintah mengambil langkah-langkah ekstra dalam penanganan karhutla. Setelah mengajukan permohonan kepada pihak BNPB untuk dapat mereposisi sejumlah helikopter water bombing, akhirnya permintaan tersebut dikabulkan.

Pada tanggal 1 Agustus 2019, sebanyak 2 unit helikopter tipe MI8 mendarat di Bandara Haji Assan Sampit. Kedua kendaraan udara tersebut diawaki oleh mayoritas kru asing asal Rusia dan Kazakthan. Helikopter dilengkapi dengan bucket berkapasitas 4000 liter untuk fasilitas pengebom air.
handle 
Begitu sudah mendarat, heli langsung memulai penugasan pelaksanaan pemadaman udara di daerah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Selatan. Keberadaan heli ini memang sudah sangat dinantikan mengingat kejadian karhutla yang ada di kedua lokasi tersebut relatif sulit untuk ditangani oleh satgas darat.

Helikopter akan berada di Sampit sampai dengan akhir masa Posko pada 30 Oktober 2019. Selain menghandle wilayah Kotawaringin Timur, helikopter ini juga dapat menjangkau wilayah Kabupaten lain seperti Seruyan, Kotawaringin Barat maupun Katingan.